facebook
twitter
youtube
vimeo
skype
Call Us : (+62) 21 574 66 55
default-logo

Bali Nightlife 101 : Introduction within Do’s and Don’ts

ATTENTION : This article is appropriate for 21+ years old only.

Bali has been one of a place where you can had a great party. Nightlife activities di Bali bisa jadi sangat menyenangkan, dan mungkin sedikit berbeda dari nightlife di tempat kebanyakan. Berikut beberapa alasan mengapa nightlife di Bali cenderung berbeda.

  • Various type of music

Loungebar, atau discotheque di Bali memiliki genre music playlist yang amat beragam. If you feel like listening some of reggae and old music Apache Bar, Legian mungkin bisa jadi tempat yang tepat, bar ini terkenal banget dengan reggae musicnya.

Want to nod your head and move your hips through brand new EDM songs? Kamu bisa pergi ke tempat-tempat yang sedang hype seperti La Favela.

Atau, jika kamu ingin berdendang dengan beberapa pilihan genre tapi kamu malas untuk berpindah-pindah tempat, berarti Sky Garden adalah tempat yang cocok buat kamu. Terdiri dari 3 lantai dan 1 rooftop, bar ini memainkan genre musik yang berbeda di setiap ruangan mulai dari trance, hip hop, r&b, dan lain-lain.

If you are wild enough you can try Bounty Discotheque, this discotheque is exactly next from Sky Garden. Diskotik ini merupakan almost like the most loud along Legian Street, terdiri dari 2 lantai dan biasanya tempat ini selalu ramai tanpa kenal hari. Playlist yang dimainkan mungkin terbilang cukup common atau mainstream, tapi tempat ini memiliki vibe yang dapat menarik para party doers. Also, they tend to had this buy one get one promo for cocktail, and the price range is about Rp 90.000,- till Rp 125.000 and that is freaking cheap compared to other clubs, because the size of your cocktail cup is seriously a large one, our reccomended drink is ‘sexotic’ cocktails (contains martini with pineapple, and else). And oh, watchout for them foam party!

Atau jika kamu menginginkan chill place with nice live music, kamu bisa ke the famous Hard Rock Cafe. Terletak di pinggir Pantai Kuta, cafe ini juga sering menjadi tempat mini concert para musician Indonesia maupun mancanegara, seperti Maliq and D’Essentials, Indra Lesmana, dll.

Beberapa pilihan beach club juga bisa menjadi opsi untuk spend your night seperti Potato Head Beach Club atau La Plancha, tapi biasanya beach club lebih cepat tutup dibanding dengan bar atau lounge lainnya.

  • Easy Dresscode

Hampir semua nightlife place di Bali tidak memiliki dresscode khusus. Lupakan peraturan kalau clubbing harus menggunakan cocktail dress, high heels, atau kemeja dan sepatu pantofel. Merupakan satu hal yang lazim di Bali untuk terlihat di sebuah club menggunakan sendal jepit.

  • Changes to meet overseas people

Compared to clubs in Jakarta, club-club di Bali audiencenya jauh lebih beragam. Kamu akan menemukan selain warga lokal, juga traveller dari berbagai belahan dunia. Namun, biasanya warga Australia paling banyak mendominasi.

 

DO’s : 

Research, find your favorite place to spend the night. Kamu bisa melakukan verbal research, bertanya langsung dengan warga setempat atau meminta rekomendasi teman-teman kamu yang sudah khatam dengan nightlife style Bali. Kamu juga bisa memilih rekomendasi dari beberapa travel website yang terpercaya, kamu juga bisa langsung membuka website tempat terkait.

– On a peak season, do call the place for reservation information. Kalau kamu hanya pergi berdua atau bertiga mungkin kamu tidak terlalu perlu untuk reservasi, tapi kalau kamu pergi setidaknya berlima pasti akan lebih nyaman untuk bisa dapat tempat. Karena, jalanan Bali kalau lagi rame macetnya gila banget, agak sedih sih kalau kamu udah macet-macetan ke Potato Head Beach Club dan ternyata kamu menghabiskan waktu lebih lama dijalan dan waiting listnya dibanding dengan nongkrong di dalamnya.

Watchout for promotions and events!

DON’Ts :

– Jangan pergi ke tempat yang kira-kira membuat kamu kurang nyaman. Misalnya, kamu kurang suka terkena angin malam directly, maka kamu bisa memilih tempat indoor aja. Karena, kamu pasti mau menghabiskan malam senyaman mungkin. Pilihan playlist dan accompany juga lumayan berpengaruh terhadap faktor kenyamanan. So, you better do your research as well, watch who you are going with, the place, the price, the audience of the place. Apalagi, kalau kamu cuma 2 malam di Bali, kamu gak akan punya banyak waktu untuk mencoba semua tempat.

– Jangan pakai pakaian yang terlalu terbuka, terlebih jika kamu mengikuti foam party atau outdoor party. Lagipula, I bet you don’t want to be sticked by people’s sweat because you accidentally touched peoples while dancing.

– Don’t you ever drink and drive even just a scooter. Kalau niat kamu ke Bali memang untuk party, pilihlah penginapan yang tidak jauh (walking distance kalau bisa) dari club yang akan kamu datangi.

– Don’t be too muchdrink wisely. Biasanya dalam peak season di Bali, akan ada banyak sekali orang yang akan berpesta dan sometimes it’s going to be wilder and you really need to take care of your own self.

– Bali basically is a safe place for single girls, tidak masalah jika kamu pergi sendirian ke club namun pastikan kamu selalu sadar jangan ikuti orang yang baru kamu kenal, last but not least once again take care of yourself!

 

Having a crowd nightlife is a one experience of life, there’s nothing wrong with it. But, you need to make it right and comfortable for yourself.  Have fun and stay safe!

About the Author

Leave a Reply

*