facebook
twitter
youtube
vimeo
skype
Call Us : (+62) 21 574 66 55
default-logo

Tradisi Jelang Ramadhan di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya muslim. Jadi, gak heran dong kalau di Indonesia yang terdiri dari 17.504 pulau, 1.340 suku bangsa, serta 546 bahasa punya beberapa tradisi untuk menyambut bulan suci ramadhan. Berikut beberapa tradisi jelang ramadhan di Indonesia :

1. Mungguhan

Kata dasar ‘mungguhan’ adalah unggah yang berarti naik dari bawah keatas, filosofi ini diterapkan pada tradisi munggahan yang berarti berusaha meningkatkat upaya keimanan selama bulan ramadhan supaya semakin kuat.  Kegiatan munggahan ini dilaksanakan dengan mengundang sanak saudara, sahabat, juga para tetangga, untuk makan bersama, kemudian saling bermaaf-maafan. Munggahan biasa dilakukan di tanah Jawa Barat.

Secara syari’at islam memang tidak ada ajaran untuk mengadakan mungguhan sebelum ramadhan, namun pelajaran yang bisa diambil adalah saling menjaga tali silaturahmi dan saling bermaafan.

2. Balimau

Di Ranah Minang tradisi ini kerap dilaksanakan tahun ke tahun. Balimau secara garis besar berarti mandi sebelum ramadhan datang sebagai bentuk simbolis pembersihan diri sebelum melakukan ibadah. Asalnya, balimau adalah mandi dengan menggunakan rempah-rempah seperti serai, pandan, dan limau atau jeruk nipis. Proses balimau juga biasa dilakukan di sungai atau pancuran karena zaman dahulu belum banyak sumur.

Namun, seiring dengan berjalannya perkembangan zaman kini balimau dilakukan dengan menggunakan sabun. Kalau dahulu balimau dilakukan beramai-ramai kini banyak masyarakat yang melakukan sendiri-sendiri dan bentuk perayaannya adalah berkumpul dengan sanak saudara dan teman-teman untuk saling meminta maaf.

3. Nyorog

Nyorog merupakan kebiasaan orang betawi sebelum bulan suci tiba. Tradisi ini dilakukan untuk saling mengingatkan jika bulan puasa sudah didepan mata. Nyorog merupakan kegiatan memberikan bingkisan kepada keluarga, sahabat, atau tetangga dekat, biasanya dilakukan untuk keluarga yang lebih tua misalnya Bapak/Ibu, mertua, atau Kakek/Nenek sebagai simbol meminta restu agar dilancarkan ibadahnya.

Isi bingkisan untuk nyorog biasanya adalah sembako, sirup-sirup, kue, daging kerbau, dan tak jarang juga ada makanan khas betawi seperti sayur gabus pucung.

4. Tahlil Jamak atau Kenduri Ruwah

Biasa dilakukan oleh warga Pulau Penyengat, sebuah pulau dari kota Tanjung Pinang kepulauan Riau. Tahlil Jamak merupakan acara dzikir dan doa bersama untuk leluhur yang telah mendahului kita, juga berdoa untuk sesama umat muslim.

5. Suro’baca

Sebutan kegiatan Suro’baca ini hadir dari Sulawesi Selatan, mirip dengan kegiatan Tahlil Jamak, Suro’baca juga merupakan kegiatan saling mendoakan keluarga agar selamat dan dimudahkan ibadahnya serta turut mendoakan para anggota keluarga yang sudah meninggal. Kemudian, tradisi ini juga diikuti dengan berziarah ke makam anggota keluarga, untuk introspeksi diri dan mengingatkan kalau hidup di dunia ini sifatnya sementara.

6. Malamang

Malamang ini artinya adalah memasak lemang dalam bahasa Minang. Lemang adalah penganan asal Sumatra Barat, ketan bercampur santan yang dimasukan kedalam bambu yang sudah dialasi dengan daun pisang kemudian dimasak diatas tungku api, lalu disajikan dengan tapai atau ketan hitam yang sudah difermentasikan.

Malamang biasanya dilakukan beramai-ramai dan tidak dilakukan perorangan. Lemang ini akan diberikan kepada keluarga atau orang yang lebih dituakan sebagai bentuk rasa hormat.

 

 

About the Author

Leave a Reply

*